Digital Worker, Prodiving Software Robots – Sebagai salah satu aspek vital dalam operasional, pengurusan BPJS di perusahaan bukanlah hal pekerjaan sederhana.
Menurut situs resmi BPJS Kesehatan pada tahun 2023 jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan di perusahaan mengalami kenaikan sebesar 7% dari 152,7 juta di 2022, hingga 164,7 juta di tahun 2023.
Peningkatan jumlah peserta ini tentu memberi tantangan tersendiri bagi perusahaan, terutama dalam hal pengelolaan data dan administrasi peserta yang terdaftar.
10 Tantangan Operasional BPJS, Bagaimana Mengatasinya?

Oleh sebab itu, semua divisi yang berkaitan dengan SDM Perusahaan perlu mengetahui apa saja tantangan operasional BPJS yang perlu dihadapi, seperti:
1. Kesalahan Data Peserta
Data yang tidak akurat dapat mempengaruhi banyak aspek dalam pengurusan BPJS. Mulai dari klaim BPJS kesehatan, administrasi, dan lain sebagainya.
Kesalahan data peserta BPJS Kesehatan perusahaan dapat dipengaruhi dan menghambat proses yang menimbulkan masalah lebih lanjut.
2. Keterlambatan Pembayaran Iuran
Pembayaran iuran BPJS Kesehatan perusahaan masih jadi salah satu tantangan utama yang banyak dihadapi oleh perusahaan.
Menurut laporan tahunan BPJS Kesehatan, pada tahun 2022 tingkat kepatuhan pembayaran iuran BPJS kesehatan perusahaan hanya mencapai angka 85,4%.
Tingkat kepatuhan yang rendah ini tentu sangat berdampak pada keuangan BPJS Kesehatan.
3. Pelayanan Administrasi
Pelayanan administrasi BPJS Kesehatan oleh perusahaan masih perlu ditingkatkan, terutama dalam hal kecepatan dan ketepatan pelayanan.
Masih banyak perusahaan yang mengeluhkan lamanya proses administrasi, seperti proses pendaftaran, proses klaim, dan proses perubahan data.
4. Pembaruan Data Peserta yang tidak real-time
Pembaruan data peserta yang dilakukan secara manual kerap kali jadi kendala dalam proses pengajuan klaim atau proses yang tertunda.
Ditambah lagi, proses audit dan pembaruan data yang dilakukan secara manual juga cukup memakan waktu dan tenaga.
5. Pelaporan yang Kurang Efisien
Laporan kepesertaan BPJS jadi bagian esensial dari administrasi BPJS yang kadang prosesnya bisa jadi cukup rumit.
Biasanya, hal ini disebabkan oleh format laporan yang berubah, ketidaksesuaian data, dan kesalahan teknis lainnya.
6. Integrasi Sistem yang Belum Maksimal
Sistem yang tidak terintegrasi dengan baik dapat menyebabkan kesalahan dan inefisiensi perusahaan dalam pengurusan BPJS.
Oleh sebab itu, penting bagi perusahaan untuk mengintegrasikan BPJS ke Sistem HR & Payroll guna menghindari ketidaksinkronan data dan meningkatkan sistem agar lebih terintegrasi dengan baik.

Digital Worker dapat membantu kamu untuk mengatasi masalah operasional BPJS Perusahaan dengan mudah, cepat, dan meningkatkan efisiensi karyawan dalam mengurus Administrasi BPJS, dengan fitur:
1. Menghindari kesalahan data
Digital Worker dapat melakukan update data secara real-time secara otomatis tanpa kesalahan input data yang biasa dilakukan dalam proses administrasi BPJS manual.
2. Sinkronisasi Data yang Real-Time
Sistem HR & Payroll akan selalu tersinkron secara real-time dengan data BPJS yang ada. Sehingga, ketika ada penambahan karyawan, kamu tak perlu lagi melakukan sinkronisasi manual.
4. Penyesuaian Sistem Otomatis
Digital Worker dapat dengan cepat mengadaptasi dan memperbarui data sesuai dengan perubahan regulasi BPJS, jadi kamu tak usah khawatir mengenai hal ini.
5. Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas Karyawan
Dengan berkurangnya tugas yang bersifat repetitif dan berulang, Tim HR dan Payrol dapat lebih fokus pada tugas yang sifatnya kompleks, dan strategis. Sehingga, efisiensi dan produktivitas karyawan dapat meningkat.
We here to help you
Contact us now, and find more about “How otomation can change your work style better”.
Don’t hestitate to fill Your detail informations contact. Digital Worker Team will reach You.
7. Pelacakan Status Klaim yang Tidak Efisien
Klaim yang tertunda bisa menjadi sumber masalah bagi mereka yang bertanggung jawab dalam SDM di perusahaan.
Proses klaim yang lambat atau tidak transparan juga jadi masalah bagi kesejahteraan karyawan yang bekerja di perusahaan.
Maka dari itu, penting untuk memastikan bahwa semua klaim diproses dengan cepat dan transparan.
8. Perubahan Kebijakan BPJS yang Berubah-ubah
Kebijakan yang berubah-ubah dapat membuat perusahaan terjebak dalam situasi yang tak diinginkan.
Seperti perubahan tarif atau syarat dalam pengurusan BPJS yang mungkin tak diketahui divisi HR/SDM dapat berpotensi menimbulkan sanksi atau kesalahan administrasi lainnya.
9. Kurangnya Pelatihan dan Pemahaman Divisi HR/SDM
Dalam pengelolaan BPJS, tim HR/SDM harus memiliki informasi dan pemahaman yang baik mengenai hal ini.
Tanpa informasi dan pelatihan yang memadai, tim HR dapat membuat kesalahan atau terjebak dalam proses yang tidak efisien. Terlebih lagi saat mengimplementasikan BPJS dengan Aplikasi HR & Payroll perusahaan.
10. Manajemen Cabang yang Kurang Optimal
Untuk perusahaan yang memiliki banyak cabang, kurangnya koordinasi dalam pengelolaan multi-cabang juga jadi tantangan tersendiri.
Mengelola karyawan dan administrasi BPJS di berbagai lokasi tentunya memerlukan strategi yang efektif dan efisien.
Mengelola operasional BPJS memang penuh dengan tantangan. Namun dengan mengenali apa saja masalah yang mungkin dihadapi, perusahaan bisa mempersiapkan strategi yang tepat untuk mengatasinya.
Untuk itu, Digital Worker hadir sebagai one stop solution untuk membantu perusahaan untuk menghadapi berbagai masalah dalam operasional BPJS tanpa harus terjebak dalam masalah operasional.
Jadi tunggu apalagi? Hubungi kami dan konsultasikan kebutuhan Anda, sekarang juga!