Digital Worker, Providing Software Robots – Sektor keuangan memiliki banyak tugas baik di front office maupun back office. Meskipun revolusi digital telah merambah di industri ini, faktanya masih banyak bank dan sektor keuangan menggunakan alur kerja dan proses manual yang membuat karyawan tidak dapat bekerja seproduktif mungkin, dan beresiko mengalami kesalahan atau ketidaksesuaian data, yang juga berpengaruh kepada kepuasan nasabah.
Pasar yang kompetitif dan perubahan ekspektasi nasabah juga membuat sektor perbankan harus mengotomatisasi proses manual yang memakan waktu ini.
Mengapa sektor perbankan harus menggunakan otomatisasi?
Banyaknya tugas berulang dan memakan waktu kerap kali jadi faktor munculnya inefisiensi dalam perusahaan. Faktanya, industri perbankan kehilangan 20 – 30% pendapatan mereka akibat hal ini.
Dengan terotomatisasinya proses manual, perusahaan tidak hanya merampingkan proses bisnis saja, namun juga meningkatkan efisiensi, produktivitas, penghematan biaya, serta meningkatkan kepuasan pelanggan yang lebih baik.
10 Proses perbankan yang dapat di otomatisasi
Berikut adalah 10 proses di dalam sektor perbankan yang dapat di otomatisasi dengan RPA, untuk mengubah proses bisnis perusahaan:
1. Loan processing
Loan processing atau pemrosesan pinjaman yang dilakukan secara manual biasanya membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan.
Namun dengan otomatisasi melalui RPA, proses ini dapat terpangkas hingga 10-15 menit saja.
Otomatisasi memungkinkan seluruh proses verifikasi dapat dikerjakan secara detail. Dengan teknologi machine learning, robot dapat memberikan keputusan bisnis yang tepat berdasarkan analisis data.
Selain itu robot juga dapat mengirimkan surat konfirmasi secara otomatis kepada nasabah ketika ada data yang belum lengkap, dan memberikan keputusan pinjaman yang lebih aman, dan sesuai dengan logika bisnis yang berlaku.
2. Know Your Customer (KYC)
Know Your Customer (KYC) bukan hanya proses penting dalam sektor perbankan, namun juga proses yang paling rumit.
Proses KYC sendiri melibatkan minimal 150 hingga ribuan FTE (full time equivalent) untuk pemeriksaan terhadap nasabah.
Melansir dari Thomson Reuters, saat ini hanya sedikit bank yang menghabiskan sekitar US$500 juta per-tahun untuk proses KYC.
Sisanya, bank mulai memanfaatkan RPA untuk mengumpulkan informasi nasabah, memfilter, dan memvalidasinya secara efisien untuk mengurangi biaya dan sumber daya yang cukup besar.
Hal ini memungkinkan bank untuk menyelesaikan proses KYC dalam waktu yang relatif lebih singkat dengan staf yang terbatas dan minim kesalahan.
3. Anti-Money Laundering (AML)
Money Laundering atau pencucian uang adalah proses yang paling intensif dan dapat disederhanakan dengan otomatisasi RPA. Mulai dari pencegahan transaksi perbankan yang mencurigakan, atau mengotomatisasikan proses manual.
Implementasi RPA dalam prose AML ini sangat berdampak pada penghematan biaya dan waktu daripada solusi perbankan manual atau tradisional.
4. Account Payable (AP)
AP atau hutang usaha jadi salah satu proses paling membingungkan dan cukup memakan waktu. Mulai dari memvalidasi faktur secara manual, dan tentunya sering kali menimbulkan risiko kesalahan manusia di dalamnya.
Dengan mengotomatisasi proses Account Payable dengan RPA, bank dapat melakukan digitalisasi faktur dari vendor dengan Optical Character Recognition (OCR) dengan mengekstraksi data dari semua kolom yang diperlukan dalam faktur.
Setelahnya robot RPA dapat melakukan validasi dengan cepat dan memberdayakan bisnis untuk mengkreditkan semua pembayaran secara otomatis ke akun vendor, dan melakukan rekonsiliasi secara mendetail.
5. Credit card application processing
Pengajuan aplikasi kartu kredit kerap kali jadi hal yang cukup menyebalkan bagi nasabah, sebab mereka membutuhkan waktu berminggu-minggu dan bahkan, tak sedikit dari nasabah yang akhirnya melakukan pembatalan pada proses pengajuan ini.
Namun dengan dengan teknologi otomatisasi RPA, bank dapat mempercepat proses pengajuan kartu kredit dalam hitungan jam saja.
Sebab robot RPA dapat melakukan pengumpulan dokumen, pemeriksaan kredit, dan verifikasi secara rinci dan mengambil keputusan yang tepat berdasarkan parameter yang telah ditentukan sebelumnya.
RPA menyederhanakan proses pengajuan kartu kredit dengan baik, sehingga memberikan kemudahan bagi staf perbankan, dan juga nasabah.
6. Fraud Detection
Meluasnya lanskap penipuan dalam perbankan, tak sedikit dari bank yang khawatir dan mencari cara untuk memperkuat mekanisme pendeteksian penipuan mereka.
Tentunya pihak bank akan sangat memakan waktu jika harus mengidentifikasi pola penipuan secara manual satu per-satu.
Dengan munculnya teknologi terbaru seperti Robotic Process Automation (RPA) pendeteksi penipuan yang terjadi dengan tepat dan akurat.
Robot akan menggunakan metode ‘if-then’ atau ‘jika-maka’ untuk mengidentifikasi potensi penipuan, dan memberikan sinyal pada departemen terkait untuk di validasi lebih lanjut.
7. Customer Onboarding
Proses orientasi pelanggan atau customer onboarding jadi proses yang cukup ketat dan cukup memakan waktu pelanggan maupun karyawan.
Bahkan tak jarang, karyawan harus melakukan pengecekan berkali-kali guna menghindari kesalahan data nasabah.
Hadirnya otomatisasi memberikan pengalaman customer onboarding yang nyaman dan efisien. Dengan terotomatisasinya proses verifikasi nasabah, hal ini dapat meningkatkan kepuasan nasabah lebih jauh.
Dengan proses KYC (Know Your Customer) proses onboarding pelanggan dapat dilakukan secara efektif tanpa membutuhkan calon nasabah datang ke kantor cabang, dengan melakukan verifikasi secara biometrik dan validasi data yang terotomatisasi.
8. Loan decisioning
Industri keuangan seperti fintech kini dituntut untuk dapat memberikan loan decisioning atau keputusan pinjaman dalam hitungan menit.
Tapi faktanya sampai saat ini masih banyak industri keuangan dan fintech yang masih menggunakan prosedur persetujuan pinjaman secara manual yang berdampak pada inefisiensi waktu dalam pemberian keputusan.
Untuk dapat bersaing di industri yang semakin berkembang, otomatisasi jadi salah satu solusi yang tepat. Dengan mendigitalisasi proses seperti tanda tangan elektronik, atau mencocokkan data otomatis antara nasabah, database, dan aplikasi.
9. Account servicing
Secara signifikan, otomatisasi dapat meningkatkan layanan perbankan dengan mempercepat proses, meminimalisir kesalahan, dan meningkatkan kepuasan nasabah.
Salah sektor perbankan yang paling berpengaruh adalah account servicing atau layanan akun nasabah seperti penutupan dan pembaruan detail rekening, ataupun penggantian kartu atau pin.
Dalam proses manual, nasabah diharuskan untuk datang ke kantor cabang untuk menyelesaikan proses tersebut.
Dengan otomatisasi, seluruh proses ini dapat diselesaikan lewat portal layanan mandiri dan chatbot.
Tentunya hal ini membawa pengaruh pada peningkatan efisiensi, agar staf/karyawan dapat fokus pada hal-hal yang lebih penting dan strategis.
10. Bank Reconciliation
Tiap tahunnya, perusahaan di berbagai industri termasuk perbankan, banyak membuang waktu dan tenaga karyawannya untuk memvalidasi dan meninjau transaksi online atau rekonsiliasi bank secara manual.
Walaupun banyak teknologi dan solusi untuk mengurangi proses berulang seperti mengelola entri jurnal, faktanya masih ada tantangan yang kerap ditemukan, seperti proses yang tidak jelas, volume transaksi, dan sumber data yang tidak ada habisnya.
Otomatisasi RPA memungkinkan perusahaan untuk melakukan pengurangan biaya dengan cepat dan meningkatkan efisiensi beban kerja pada staf di back office dan memungkinkan mereka untuk fokus pada tugas yang lebih strategis.
Pemanfaatan RPA dalam rekonsiliasi bank juga dapat mengotomatisasi seluruh proses entri jurnal, perbandingan data, dan pengarsipan jangka panjang dalam waktu singkat dan tanpa kesalahan.
Manfaat Otomatisasi dalam Perbankan
Ada beberapa manfaat otomatisasi lewat RPA dalam industri perbankan, di antaranya:
1. Skalabilitas
Otomatisasi RPA membawa skalabilitas yang membantu anda untuk mengelola pekerjaan dengan volume yang tinggi dengan memanfaatkan robot dalam situasi apapun dalam waktu singkat.
Selain itu, otomatisasi RPA juga memungkinkan pihak bank untuk lebih fokus pada tugas yang lebih strategis, inovatif, dan pengembangan bisnis serta membebaskan karyawan dari tugas berulang yang membosankan.
2. Peningkatan efisiensi operasional
Setelah robot RPA terkonfigurasi dengan tepat, pihak bank dan lembaga keuangan dapat membuat alur kerja (workflow) mereka lebih cepat, produktif, dan lebih efisien.
3. Penghematan biaya
Sama seperti industri lainnya, penghematan biaya juga sangat penting bagi industri perbankan. Dengan otomatisasi RPA, bank dan lembaga keuangan dapat menghemat sekitar 25-50% waktu dan biaya operasional.
4. Pelaporan risiko dan kepatuhan
Robot dalam otomatisasi RPA dapat membantu membuat jejak audit lengkap untuk setiap prosesnya. Sehingga dapat mengurangi risiko bisnis dan menjaga kepatuhan yang tinggi.
5. Ketersediaan layanan 24/7
Otomatisasi RPA menggunakan robot yang mampu bekerja selama 24/7 tanpa henti dengan akurasi yang tinggi, tanpa kesalahan dan biaya yang rendah. Tentunya hal ini jadi nilai plus bagi industri perbankan dalam meningkatkan kepuasan nasabah mereka.
6. Minim biaya infrastruktur
Salah satu manfaat yang diberikan oleh otomatisasi RPA adalah minimnya biaya infrastruktur.
Sebab otomatisasi RPA dapat terintegrasi dengan berbagai aplikasi yang dimiliki pihak bank, tanpa harus merubah tatanan infrastruktur yang signifikan.
Dengan kelebihan inilah, biaya perawatan dan perangkat lunas dapat terpangkas dengan penggunaan otomatisasi RPA yang berbasis cloud.
7. Implementasi yang cepat
Layanan otomatisasi RPA menyediakan teknologi yang mampu mengotomatisasi perbankan dengan sangat mudah dan tetap mengikuti alur kerja yang sudah ada sebelumnya tanpa harus melakukan pengkodean (low-code).
8. Membantu pertumbuhan bisnis
Industri perbankan dan keuangan dapat menggunakan data lama dan data baru untuk menjembatani kesenjangan yang ada di dalam proses bisnis.
Hal ini juga dapat dilakukan lewat implementasi otomatisasi RPA yang memungkinkan sistem untuk membuat laporan yang lebih cepat dan lebih baik untuk pertumbuhan bisnis.
Bagaimana Digital Worker membantu mengotomatisasi proses di industri perbankan?
Digital Worker menghadirkan revolusi dalam mengotomatisasi proses bisnis di industri perbankan.
Melalui implementasi banking automation, bank dapat mengeliminasi hambatan operasional, mengurangi biaya, dan meningkatkan akurasi data.
Ini berarti bank tidak hanya bertahan dalam tantangan era digital, tetapi juga meningkatkan kepuasan pelanggan dengan layanan yang lebih efektif dan efisien.
Transform your workflow with Automation
Is your business ready for a transformation? Reach out today and discover how our precision-driven software robots can streamline your operations and accelerate growth. Just fill out the form below to get started on your journey towards enhanced efficiency and productivity.
