Deposit in Transit, buat Laporan Arus Kas Lebih Akurat

Bagi perusahaan, laporan keuangan merupakan hal yang penting dalam mengetahui segala aktivitas perusahaan. Salah satu laporan keuangan yang sangat berguna bagi perusahaan adalah laporan arus kas atau biasa disebut cash flow statement. Mengapa kita harus memeriksa arus kas?

Dengan adanya laporan arus kas akan memudahkan kita untuk membaca dan analisis keuangan perusahaan.

Deposit in Transit Buat laporan kas perusahaan makin akurat

Arus kas dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Salah satunya adalah untuk melihat berapa banyak uang yang dimiliki perusahaan untuk beroperasi, berinvestasi, dan memenuhi kewajiban utangnya.

Jika sebuah perusahaan menghasilkan arus kas positif yang cukup, ini dapat dianggap sebagai peluang investasi yang solid karena menunjukkan bahwa perusahaan tersebut sehat secara finansial dan mampu beroperasi secara efisien.

Mengelola arus kas merupakan bagian dari aktivitas bisnis di industri apa pun, semakin besar volume transaksi bisnis maka diperlukan proses rekonsiliasi bank setiap hari untuk mendukung informasi penting tentang kesehatan keuangan perusahaan.

Apa Itu Deposit In Transit?

Deposit In Transit adalah uang tunai atau cek yang tercatat dalam laporan keuangan perusahaan sebagai dana setoran entitas ke akun bank, tetapi belum dicatat dalam catatan bank tempat entitas menyetorkan dana tersebut.

Deposit jenis ini biasanya dilakukan pada akhir periode dan sudah diterima oleh bank namun bank hanya menerbitkan slip setoran sehingga tidak muncul dalam laporan rekening koran (bank statement), karena rekening koran dibuat mendahului setoran.

Deposit In Transit (setoran dalam proses) biasanya terjadi dalam tahapan perusahaan mentransfer dana dari akun cash on hand (saldo kas) ke akun cash at bank (rekening Giro). Karena Akuntan menyetor uang tunai ke bank pada akhir periode, Akuntan telah mencatat transaksi tersebut dalam laporan keuangan, tetapi bank belum menunjukkannya pada bank statement (rekening koran). Bank hanya menerbitkan slip setoran kepada akuntan sebagai bukti penerimaan kas.

Penyebab lain deposit in transit, pihak ketiga telah menyetorkan uang tunai ke rekening bank perusahaan, tetapi bank belum mencatat transaksi tersebut. Bank hanya mengeluarkan slip setoran dan pihak ketiga melewatkan dokumen untuk membuktikan pembayaran kepada perusahaan. Sehingga dana masuk tersebut tidak tercatat di laporan arus kas perusahaan.

Contoh Deposit In Transit Dalam Journal Entry

Jika perusahaan memindahkan dana dari Cash on Hand (saldo kas) ke Cash at Bank (rekening Giro), catatan deposit in transit akan berdampak pada kedua akun.

Perusahaan akan membuat Journal Entry pendebetan dana di akun cash at bank dan kredit di akun cash on hand.

Account Debit Credit
Cash at Bank Rp  
Cash on Hand   Rp

Transaksi tersebut akan mengurangi dana di akun Cash on Hand (saldo kas) dan menambah jumlah saldo di akun Cash at Bank (rekening Giro) karena dana telah pindah ke bank.

Jika perusahaan menerima slip setoran tunai dari pihak ketiga yang mengklaim untuk melunasi hutang usaha yang diberikan perusahaan.

Perusahaan akan mencatat debit di saldo kas (cash on hand) dan mencatat kredit di Accounts Receivable (piutang usaha) untuk mengurangi aset.

Account Debit Credit
Cash at Bank Rp  
Accounts Receivable   Rp

Transaksi tersebut akan mengurangi piutang usaha (accounts receivable) dan tercatat nominal credit rekening Giro (cash at bank) sedangkan bank belum mencatat transaksi tersebut dalam laporan bank statement.

Contoh Pertama

Perusahaan A237 adalah toko ritel, sebagian besar penjualan dilakukan secara tunai sehingga akuntan perlu menyetor ke bank setiap minggu. Pada tanggal 31 Desember 2021, akuntan membawa uang tunai IDR 100.000.000,- untuk disetorkan ke rekening bank perusahaan. Namun, itu hari Jumat dan bank belum mengkreditkan uang tunai ke dalam laporan bank statement. Namun, bank menerbitkan slip setoran sebagai bukti untuk akuntan.

Perusahaan A237 telah mencatat transfer dana dari akun cash on hand ke akun cash at bank. Akuntan harus mencatat debit di akun cash at bank IDR 100.000.000,- dan mencatat kredit di akun cash on hand IDR 100.000.000,-

Account Debit Credit
Cash at Bank 100.000.000  
Cash on Hand   100.000.000

Transaksi ini memindahkan dana IDR 100.000.000,- dari akun cash on hand ke akun cash at bank sementara bank statement belum menunjukkan jumlah ini dalam laporannya. Pada tanggal yang sama, saldo di bank kurang IDR 100.000.000,- dari catatan perusahaan.

Contoh Kedua

Perusahaan XYZ adalah manufaktur yang memproduksi kain dan sepatu untuk banyak pelanggan. Untuk menjalin hubungan baik dengan pelanggan, perusahaan selalu mengizinkan mereka untuk membeli secara kredit. Pada 1 April 2021, perusahaan menerima cek sebesar IDR 5.000.000,- dari pelanggan untuk melunasi saldo terutang. Akuntan membawa cek ke bank, tetapi itu milik bank lain sehingga memerlukan beberapa hari untuk proses pencairan saldo. Setelah menyetorkan cek, bank perlu kliring dengan bank sentral dan dana itu belum tercatat sebagai saldo pada bank statement.

Akuntan perlu mencatat kas dan menghapus piutang dengan pelanggan. Bahkan uang tunai belum didebet ke rekening bank, tapi perusahaan sudah menerima cek dari pelanggan.

Perusahaan membuat journal entry dengan mencatat Debit di akun cash at bank senilai IDR 5.000.000,- dan mencatat kredit di accounts receivable.

Account Debit Credit
Cash at Bank 5.000.000  
Accounts Receivable   5.000.000

Transaksi ini akan melunasi accounts receivable (piutang usaha) dengan dana di akun cash at bank. Ini akan menjadi item rekonsiliasi bank jika kita merekonsiliasi bank statement dengan balance sheet (neraca keuangan).

Deposit In Transit, Item Penting Dalam Rekonsiliasi Bank

Ketika perusahaan mencatat deposit in transit, itu berarti perusahaan mencatat dana di akun cash at bank sementara itu tidak tercatat dalam laporan rekening koran (bank statement). Saldo di neraca keuangan akan berbeda dari bank statement. Jika terjadi pada akhir bulan, maka akan disajikan sebagai item rekonsiliasi dalam rekonsiliasi bank.

CTA

Akuntan perlu mencantumkannya sebagai item rekonsiliasi bank, jika tidak saldo antara pembukuan akuntansi dan saldo di akun bank tidak akan seimbang.

Sehingga perlu memeriksa bank statement berikutnya untuk melihat apakah saldo dikreditkan ke rekening. Jika saldo tidak muncul berarti ada yang salah dengan deposit.

Dalam rekonsiliasi bank bulan depan, akuntan perlu menindaklanjuti semua item rekonsiliasi jika muncul dalam bank statement. Item itu termasuk deposit in transit.

5/5 - (1 vote)

Chat us